Sebuah realita kehidupan ..pukul 14.30 turun dari angkutan kota itu ..ntah kenapa lelah yg sangat-sangat lelah menerjang smua anggota tubuh . .aku memutuskan untuk beristirahat sejenak di halte bus itu. Sepi.lampu merah pun menyala para roda roda pun menambah frekuensi putaran menjadi lebih lamban. anak manusia yang tak beruntung itu mulai berlarian . .memetik gitar , mengalun macam-macam lambang lagu . Mengasongkan dagangan. Dan aktifitas sederhana lain nya...setelah lampu berganti mereka berlarian ke pinggir jalan..tertawa dan tersenyum . Seolah tiada pikulan beban kehidupan ... Salah 1 dari mereka .,seorang anak manusia berambut pirang , bermata besar , berkulit sawo matang ,dan berlesung pipit . Dan bersandang seragam sd . Dia tersenyum pada ku . Aku bertanya siapa namanya . Namun dia hanya tersenyum dan pergy . .
Tapi senyuman itu ?
Aku ikuti kemana arah dia meninggalkan jejak kaki.. Disalah 1 jalan anggrek dia duduk dsisi pembuangan air itu . Dia mengeluarkan uang recehan dia menunduk dan beraut muka penuh beban.aku coba hampiri lagi. Dia terkejut,tenang aku bukan orang jahat,,kenapa dengan uang mu?? Dia hanya terdiam .
Aku coba brtanya lagi.kamu butuh uang?untuk apa? Muw dibantu? Akhyrnya dia menggerakan mulut nya aku mw makan...akhyrnya aku putuskan untuk membwa anak ini ke slh 1 tempat makan pinggyran.
Setelah dia makan,aku mengantar dia pulang.tapi apa yang tarjadi.dia membawa ku ketempat dia menghitung recehan itu..dsini?rumah kamu?ia ka,diatas solokan ini.hah?aku membuat tenda setiap hari lalu membereskan nya setiap hari.ibumu?dia hanya trsenyum dan berlari k arah pria paruh baya yang sedang menggayuh becak.
Kamis, 21 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar